pada kisah ini aku bercerita,
menyusun pertahanan demi hati yang rapuh. membentuk bangunan kokoh tanpa raja.
kosong, seluruh sudut ini terisi angin bak hutan tanpa suara.
lantas, kamu datang dengan sejuta pesona. menghampiri kerajaan sepi tak bertuan.
hai pangeran, kau kah itu ?
baiklah. aku mengerti siapa yang diam diam membuntutimu, mengamatimu dari jauh.
itu permaisurimu, tuan ?
ah, kau tetap masuk. menjamahku lebih dalam.
bersenang senanglah tuan. bermainlah bersamaku. tutuplah pintu disana dan kita akan menuju titik paling tinggi.
tapi, aku tahu. permasurimu menunggu disana. kau tak akan bisa pulang tanpanya.
kamu berlelah dengannya. berkasih dengannya.
tinggalkan saya tuan.. buanglah aku pada titik terlemahku
menujunya, berlarilah dengannya. engkau ditunggunya :')
No comments:
Post a Comment