Tuesday, 11 March 2014

mataku masih terpaku. mengapung pada angan
menjelajah semesta lewat angin yang berhembus
menyapu bumi dalam pasungan hati. tuanmu bersama nyonya yang lain

tak begitu kuat rasaku menjamahmu, kau nampak buta pada sang putri di ufuk sana
tak apa bila kau inginnya, pergilah.
menyambung hidup dan anganlah padanya.

menyingkir

bertemu senja.. berakhir malam. pagi akan datang menyambut matahari dalam siang. ah, kamu. sejuta misteri dalam kotakmu.
menjaring suram dalam tangis, selalu datang pada kelambu kusut.
percayakah arti mimpi? bisakah aku percaya mimpiku itu kamu ?
ah, kamu terlalu absurd. menyatu pada harapan palsu.

menyingkirlah, tuangkan kopimu paga cangkir yang baru. kedai yang baru dan suasana yang baru.
itu akan lebih baik.
aku pergi, menyatu pada nissan kenangan di balik runtuhan.

Sunday, 23 February 2014

ibu

ibu, apakabar anakmu ini
mencari sesuatu rasa yang tercecer
menggeliat masuk pada kenangan masa silam

ibu, anakmu kini
meati pada nyawanya sendiri. tak lagi hidup
memanati dia sang penawar rindu

ibu, bisakah ia diganti
diganti dengan senja yang baru
yang sinanrnya mengindahkan malam, meneduhkan hati
memayungi rasa dalam hujan  malam itu

ibu, dia pergi
meninggalkan kenangan
meningalkan pahit dengan pelabuhannya yang lain.

ibu, anakmu menanngis
merintih perih dalah hati teriris
mengadu resah pada mata yang basah

airmataku tak bisa terbendung.
menyatu pada harapan palsu


charlakingdom
13.35 - 24.2.2014

Friday, 14 February 2014

sadarkah ?

bolehkah aku mengingat setahun lalu..
kita masih disini.. bercengkrama tentang masadepan yang kita buat sendiri
masadepan kita untuk selamanya

menari pada panggung itu, berjanji takkan berpisah
berjanji pada pelang yang ditemani embun pada senja sore itu
menelusup bahagia, saksi, kita

ah, buyar. tak terduga. meletus bak gunung.
ucapkan rasa perpisahan pada pahit malam itu
selesai.

semudah itukah ?
ah, kau pintar. meninggalkan rasa pada dataran terendah hatiku
menginjak raga yang lemah, yang ingin bangkit.

tuhan, mimpikah ini ?
sadarkah ia ?



14.2.14
grahabumi.bbstv.lt5

aku mengerti

aku mengerti, tak banyak bicara membuatku sadar
bagaimana angin mengantarkanku pada kamu di ujung siang tadi.
bergulat dengan waktu dan hari
ah, kelingkingku mengikat janji tentang kita kapten..

tangisku saat itu pecah saat lonceng berbunyi menandakan rasa ini goyah
asaku semakin menipis dalam balutan rindu penuh luka yang kubuat sendiri
memburu pagi .. memburu kata pada kalimatmu, untukku
sayang, bukan.

ah, jahat.
lukai, permainanmu melukai hati yang seutuhnya ada untukmu
seutuhnya kuberi

berlayarlah. berlayar dengan dia yang indah di tepi sana.
berbahagialah pada waktu dan tempat itu.
sejujurnya ialah yang kau cari.

tinggalkan, buanglah aku pada peti kematian,
karna aku hanyalah sepenggal masalalu pada perjalanan hidupmu
bersenang, senanglah :)


                     grahabumi, lt5.
17.26
14/2/2014






Wednesday, 12 February 2014

maaf untuk semuanya
maaf untuk sesalmu
maaf untuk rasa tak percayaku lagi
maaf, kapten 

tak ada lagi yang bisa kupakai untuk sebuah alasan agar semuanya berubah, kecuali itu.
aku tlah rapuh pada hati dan fikiranmu
aku tlah jatuh pada sosok terhebat yang dulu mungkin ku impikan
ya, aku jatuh kapten

sesegera mungkin aku bangkit, membuat sedikit api pada lamanya rasa ini
menuntun kebohongan besar pada mereka 
aku salah

tak perlu kau tahu tentang ini,
cukup rasaku dan hadirmu temani aku walau senja kini berada pada belahan bumi yang lain.
aku menyerah pada permainanmu. menyerah.

tetaplah pada jalurmu, tinggalkan jika kau ingin tinggalkanku
jangan pernah lihat aku disini.
aku cukup senang walau perih saat kau tinggalkan, kapten :)