mataku masih terpaku. mengapung pada angan
menjelajah semesta lewat angin yang berhembus
menyapu bumi dalam pasungan hati. tuanmu bersama nyonya yang lain
tak begitu kuat rasaku menjamahmu, kau nampak buta pada sang putri di ufuk sana
tak apa bila kau inginnya, pergilah.
menyambung hidup dan anganlah padanya.
No comments:
Post a Comment